Senin, 19 November 2012

PROSES TERJADINYA TATA SURYA




Bumi adalah sebuah planet, bersama-sama dengan planet lainnya merupakan anggota dari sistem tata surya. Apa yang dimaksud dengan tata surya? 
Tata  surya adalah merupakan sekelompok benda langit yang terdiri dari matahari sebagai pusatnya dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-plenet beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet dan meteor.
Terdapat beberapa teori tentang terbentuknya tata surya di jagat raya ini, diantaranya sebagai berikut:
1.      Teori Kondensasi
Menurut teori kondensasi, terbentuknya matahari beserta planet-planet berdasarkan pada hipotesisi Kabut (nebular). Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant, seorang ahli filosofi dari Jerman pada tahun 1755. kemudian dikembangkan oleh ahli matematika dari Francis, Pierre de Laplace pada tahun 1796. menurut teori ini, matahari dan planet-plenet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya. Kabut ini banyak terdapat di antara bintang-bintang di dalam galaksi bima sakti. Karena putarannya itu sebagian dari massa kabut lepas membentuk gelang-gelang sekeliling bagian utama gumpalan kabut itu. Pada gilirannya gelang itu membentuk gumpalan-gumpalan dan pada akhirnya membeku menjadi planet-planet. Demikian pula proses terjadinya bulan dan satelit-satelit planet lainnya.

2.      Teori Planetesimal
T.C. Chamberlain seorang ahli geologi dan F.R. Moulton seorang ahli astronomi dari Amerika Serikat mengemukakan teori Planetesimal, dasar teori ini sama dengan teori pembentukan planet dari kabut pijar yang dikemukakan oleh Kant dan laplace, namun dalam teori planetesimal di dalam kabut itu terdapat material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal. Masing-masing benda padat ini memiliki gaya tarik sehingga terjadi saling tarik menarik diantara sesamanya akibatnya lambat laun terbentuklah gumpalan besar yang disebut planet.

3.      Teori Pasang Surut Bintang
Teori Pasang surut bintang dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1917), keduanya orang Inggris. Teori ini mengemukakan bahwa dahulu kala ada sebuah bintang yang besar melintas dekat matahari. Adanya gaya tarik bintang tersebut menyebabkan pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti pasang surut air laut di bumi akibat gaya tarik bulan.
Sebagian dari massa matahari yang membentuk tonjolan ke arah bintang ikut tertarik, kemudian terputus dan akhirnya lepas dari matahari. Massa gas itu kemudian terputus-putus membentuk tetesan raksasa dengan ukuran yang berbeda-beda. Tetesan gas tersebut lama kelamaan membeku dan menjadi planet-planet. Karena itulah planet-planet terletak pada satu bidang datar bahkan suatu  saat akan membentuk satu garis lurus, hal ini pernah terjadi pada tahun 1982, beberapa planet terletak hampir pada satu garis lurus.

4.      Teori Vorteks dan Protoplanet
Teori Vorteks dan Protoplanet dukemukakan oleh Karl Von Weiszacker dan Gerald P. Kuiper pada tahun 1940. teori ini mengembangkan dua gagasan. Pertama nebula (kabut) mula-mula bergolak (turbulen), gerakan nebula ini membantu pembentukan planet. Kedua, pembentukan planetesimal dan protoplanet (gumpalan kabut gas).
Menurut Weiszacker, nebula terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran) yang merupakan sifat gerakan gas. Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola sel-sel yang bergolak (turbulen). Pada batas antar sel turbulen terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar dan menjadi planet. Teori ini disebut teori Vorteks. Sementara itu Kuiper mengemukakan bahwa planet terbentuk melalui golakan (turbulen) nebula membantu tumbukan planetisimal sehingga planetisimal membesar menjadi protoplanet dan kemudian menjadi planet, teori ini disebut teori Protoplanet.

Berdasarkan beberapa hipotesis dan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa tata surya pada dasarnya terbentuk dari bola kabut raksasa (nebula) yang berputar pada porosnya, putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian terkecil dan ringan terlempar keluar dan bagian yang terbesar dan berat berkumpul di pusat membentuk cakram raksasa. Putaran tersebut juga menyebabkan temperatur bola kabut raksasa semakin meningkat dan terbentuklah matahari. Sementara bagian yang ringan yang terlempar ke luar mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Gumpalan-gumpalan tersebut kemudian membentuk planet-planet seperti saat ini.


Catatan:
  1. Materi disadur dari Buku Geografi SMA kelas X karangan Marah Uli dan Asep Mulyadi Penerbit esis Jakarta.  
  2. Untuk melengkapi pengetahuan anda tentang Proses terjadinya tata surya silakan browsing melalui http://.www.google.co.id dengan mengetik kalimat/kata proses terjadinya tata surya pada kotak yang tersedia. 
  3. Atau ke URL http://freelander09.wordpress.com/2010/09/07/sejarah-pembentukan-bumi/  
Jawablah pertanyaan berikut, selanjutnya kirimkan jawabanmu melalui komentar pada masing-masing homepage dari website http://www.mariacecil70.blogspot.com

Pertanyaan:

1.       Jelaskan proses terjadinya tata surya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar