Senin, 19 November 2012

KLASIFIKASI PLANET



Planet-planet yang ada dalam sistem tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan letak dan komposisi material penyusunnya.

1.      Berdasarkan Letaknya
Berdasarkan letak terhadap bumi dan planetoid sebagai batasnya, planet-plenet dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Berdasarkan Bumi sebagi batasnya, planet-plenet dibedakan menjadi:
1)      Planet Inferior (inferior planets), yaitu planet-planet yang litasannya di antara Bumi dan Matahari, meliputi planet-planet Merkurius dan Venus.
2)      Planet Superior (superior planets), yaitu: planet-planet yang lintasannya di luar Bumi dan Matahari, meliputi planet-planet mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
b.      Berdasarkan Planetoid sebagai batasnya, planet-planet dibedakan menjadi dua, yaitu planet dalam dan planet luar.
1)      Planet Dalam
Planet dalam merupakan planet yang lintasannya terletak di antara Bumi dan Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih pendek dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari, seperti Merkurius dan Venus. Kedudukan olanet dalam ditinjau dari Bumi selalu berubah-ubah, hal ini disebabkan pengaruh kecepatan edar planet yang berbeda-beda. Perubahan kedudukan planet terlihat dari perubahan sudut elongasi yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Planet dalam dan Bumi-Matahari.
Lintasan planet dalam lebih kecil dari lintasan Bumi mengelilingi matahari, sehingga sudut elongasi planet dalam tidak lebih besar dari 900. elongasi maksimum planet Merkurius adalah 280, sedangakan untuk planet Venus 480.
Elongasi planet dalam dibedakan menjadi dua, yaitu elongasi batar dan elongasi timur. Sebuah planet dalam dikatakan berelongasi barat apabila letaknya di langit dilihat dari Bumi berada disebelah barat Matahari. Demikian sebaliknya  sebuah planet dalam dikatakan berelongasi barat apabila letaknya di langit dilihat dari Bumi berada disebelah timur Matahari.
Planet dalam yang sedang berelongasi barat akan terbit mendahului Matahari, karena pada saat itu planet dalam mencapai horizon timur terlebih dahulu sementara Matahari masih berada di bawah horizon atau matahari belum terbit dan pada saat itu planet dalam akan terlihat sebagai bintang pagi (Morning Star).
Pada kedudukan elongasi timur, planet dalam akan mecapai horizon timur setelah Matahari terbit atau berada di atas horizon. Oleh karenanya pada saat kedudukan elongasi timur, planet dalam tidak terlihat di horizon timur, akan tetapi planet dalam akan terlihat beberapa saat setelah Matahari terbenam di horizon barat. Pada saat ini planet dalam dikatakan sebagai bintang malam atau bintang sore..

2)      Planet Luar
Planet luar merupakan planet-planet yang lintasannya di luar Bumi dan Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Yang termasuk dalam kelompok planet luar adalah mars, Jupiter, saturnus, Uranus dan Neptunus.
Kedudukan planet luar terhadap bumi sama halnya dengan  kedudukan planet dalam terhadap Bumi, selalu berubah-ubah, hal ini terlihat dari perubahan sudut elongasi planet luar. Karena lintasan planet luar lebih besar dari lintasan Bumi dan Matahari, maka elongasi planet luar dapat mencapai 1800. jika planet luar mencapai elongasi 1800 maka planet luar berada pada kedudukan oposisi. Pada saat itu planet mencapai jarak terdekat dengan Bumi, sebaliknya jika elongasi planet mencapai 00 maka planet luar dikatakan mencapai kedudukan konjungsi. Karena memiliki elongasi cukup besar (1800), maka planet luar akan terlihat lebih lama dan pada saat oposisi planet luar dapat dilihat sepanjang malam.

Perbedaan planet dalam dan planet luar
Sifat fisik
Planet dalam
Planet luar
Ukuran
Komposisi
Atmosfer
Rotasi
Revolusi
Satelit
Kecil
Batuan
Tipis kaya Oksigen
Lambat
Cepat
Tidak ada
Besar
Gas dan es
Tebal kaya Hidrogen
Cepat
Lambat
Banyak


2.      Berdasarkan Komposisi Material penyusunnya
Berdasarkan komposisi material penyusunnya, planet dibedakan menjadi dua, yaitu Jovian Planet dan Teresterial Planet.
a.       Jovian/Giant Planet
Jovian planet adalah planet-planet yang raksasa disebut juga Giant Planet yang komposisi materialnya penyusunnya bukan berupa batu atau material padat melainkan gas, seperti planet-planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
b.      Teresterial Planet
Teresterial planet atau telluric planet adalah planet-planet yang komposisi material penyusunnya berupa batuan silikat,.seperti planet-planet Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.

Catatan:
  1. materi disadur dari buku Geografi untuk SMA kelas X karangan Marah Uli dan Asep Mulyadi Penerbit esis, Jakarta.
  2. Untuk melengkapi pengetahuan anda tentang klasifikasi planet silakan browsing melalui http://.www.google.co.id dengan mengetik kalimat/kata klasifikasi planet sebagai pusat tata surya pada kotak yang tersedia.  
Jawablah pertanyaan berikut, selanjutnya kirimkan jawabanmu melalui komentar pada masing-masing homepage dari website http://www.mariacecil70.blogspot.com

Pertanyaan:

1.      Berdasarkan letaknya, planet diklasifikasikan menjadi dua. Beri penjelasan tentang klasifikasi planet tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar